Usai Hadiri Muktamar NU ke 32 di Makassar

PW NU Sumut Kunjungi Tempat Sejarah

>>mad, makassar
    Usai menghadiri muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 32 dipusatkan di Asrama haji Sudiang, Makassar, Sulsel, Pimpinan Wilayah (PW) NU Sumut beserta 29 PC NU se-Sumut dengan jumlah 100 orang melakukan kunjungan ke tempat-tempat sejarah di Makassar dengan menggunakan dua unit bus antar kota, Minggu (29/3).
    Tempat sejarah dikunjungi PW NU Sumut diantaranya makam pangeran Diponegoro, makam Syekh Yusup, makam Sultan Hasanuddin, Mesjid Tua Katangka penginggalan Sutan Hasanuddin, Benteng Fort Rotterdam, selain itu juga tempat wisata Pulau Kayangan, seperti Pantai Losari, objek wisata Banti Murung di Kabupaten Maros, Air terjun Tapakala, Mesjid Jendral M Yusuf dan beberapa lokasi objek wisata kuliner.
    Ketua PW NU Sumut H Ashari Tambunan didampingi Marahalim Harahap dan Abdullah Nasution pada imbc menuturkan, kunjungan kebeberapa tempat sejarah di Makassar adalam spontanitas dan bukan direncanakan, karena program PW NU ke Makassar adalah untuk menghadiri Muktamar NU ke 32.
    "Kita ajak seluruh peserta dari PW dan PC NU se-Sumut ke beberapa tempat sejarah di Makassar adalah untuk menghilangkan bosan dan letih selama mengikuti muktamar NU, tapi karena disini banyak tempat sejarah maka kita ajaks eluruh peserta ketempat sejarah, selagi ada kesempatan, karena belum tentu kita dating lagi ke Makassar,"tandas Tambunan.
    Sedangkan Syekh H Syamsudin Hasibuan Ketua Rois Aam Labuhan Batu Utara mengungkapkan rasa terharunya melihat makam Syekh Yusuf disekitar perbatasan Kabupaten Goa dan Kodya Makassar dan Makam Pangeran di Ponegoro.
   "Ini pertama kalinya saya melihat makam Syekh Yusuf yang terkenal sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Makassar dan Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional," tuturnya. ***