Anggota DPRD Sumut Desak Pjs Walikota Tutup Barcelona Bar

>>nida, medan
   Kalangan anggota DPRD Sumut mendesak Pjs Walikota Medan H Syamsul Arifin SE untuk segera menutup Barcelona Bar yang berada Jalan Wilem Iskandar Medan, karena lokasinya sangat berdekatan dengan rumah ibadah dan sekolah.
    "Kita minta rumah hiburan itu ditutup, karena benar-benar sangat meresahkan," kata anggota DPRD Sumut, Ir Syahrial Harahap di Medan, Rabu (31/3).
Menurut anggota dewan dari Fraksi PAN ini, pihaknya terusik karena hingga kini belum ada respon maupun tindakan dari pihak terkait untuk menutup pub tersebut.
    "Saya sendiri pun sebenarnya resah, karena rumah saya pun tak jauh dari pub tersebut," jelas anggota dewan yang bertempat tinggal di Jalan Pimpinan Medan ini.
Selain sebagai pub, Barcelona berfungsi sebagai tempat-tempat minum-minuman keras, sehingga dikhawatirkan memunculkan masalah terkait tindak kekerasan.
    Anggota Komisi B DPRD Sumut ini mengherankan seakan Barcelona kebal hukum. "Nanti kita jadwalkan akan memanggil pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan apa sebenarnya yang terjadi," katanya.
    Sudah berulang kali Barcelona Bar didemo. Pekan silam, puluhan warga dimotori puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Lembaga Penyalur Aspirasi Masyarakat Sumatera Utara (Lempar Sumut), setengah jam melakukan orasinya dengan pengawalan petugas kepolisian.
    Koordinator lapangan Ahmad Ridwan Hasibuan melalui pengeras suaranya (mikrofon) mengatakan, keberadaan Barcelona Bar dinilai telah melanggar aturan. Selain tidak punya izin, lokasi tersebut juga menyediakan tarian striptis. Serta, keberadaannya bersebelahan dengan MAN-2 dan MAN 1 serta hanya berjarak 15 meter dari Masjid ATTaw-Wabin.
Karena itu, massa didominasi ibu rumah tangga (IRT) dan anak-anak tersebut meminta agar lokasi tempat hiburan malam yang berkedok melakukan penjualan HP dan jual beli motor itu harus ditutup. ‘Tidak ada tawar-tawar. Harga mati, Barcelona Bar harus ditutup," teriaknya melalui mikropon, diikuti oleh massa lainnya.
Tindakan Tegas
   Menanggapi aksi ini, anggota DPRD Sumut Ir Syahrial Harahap meminta pjs Walikota Medan Syamsul Arifin jangan lagi memberi ruang toleransi dan harus mengambil tindakan tegas. "Kita juga berharap aparat terkait tidak tidak memberikan izin tempat hiburan malam dekat dengan rumah ibadah.
Menurutnya, jika izin operasi tempat hiburan malam sudah keluar, agar segera dicabut. Karena, bila tidak akan dapat mengganggu ketenteraman umat beragama dalam menjalankan ibadah serta dunia pendidikan.
    "Harap tidak beri izin. Jika sudah ada harus dicabut," tandasnya, seraya mengimbau, untuk semua umat Islam yang ada di Sumatera Utara (Sumut) bila mengetahui adanya tempat hiburan malam yang letaknya berdekatan dengan rumah ibadah (masjid) segera melaporkan ke pihak terkait. Secara terpisah Asisten Manajer Barcelona Bar, Hotma Siagian ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, di tempat hiburan malam tersebut tidak pernah menyuguhkan tarian telanjang. ***