Kunjungan Muhibah Pemuka Agama Sumut ke Italia

Gereja Katedral Juga Dikenal sebagai Objek Wisata

>>imbc, medan
     Menara Pisa yang unik karena kemiringannya ternyata bagian dari Gereja Katedral Khatolik yang dibangun Agustus 1173 di kota Pisa sebuah kota kecil di Italia, sekitar 300 km dari Roma.
Pembangunan Menara Pisa dilakukan dalam 3 tahap dalam jangka waktu 200 tahun sebagai tempat lonceng Gereja Kathedral.
    Demikian laporan disampaikan Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian yang menyertai kunjungan para Pemuka Lintas Agama Sumut dari Kota Pisa Italia, Sabtu (3/4) melalui email.
Melihat keadaan Gereja Kathedral dan menara Pisanya ternyata rumah ibadah ini telah terkenal menjadi museum dan objek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan negara maupun masyarakat.
    Menurut Pastor Benno Ola Pr Wakil Ketua FKUB Sumut yang menyertai rombongan ini menyatakan Gereja ini milik Keuskupan Pisa dimana setiap Keuskupan ada Gereja dan tempat Uskup berdomisili.    "Itulah yang disebut Gereja Kathedral," ujar Pastor Beno.
Pada umumnya menurut Pastor Beno bangunan klasik seperti Gereja biaya perawatan sangat mahal maka diserahkan kepada pemerintah sehingga menjadi sebuah museum maka diserahkan kepada pemerintah dan dijadikan objek wisata.
Dalam perubahan fungsi rumah ibadah hanya semata objek wisata menurut Pator Benno perlu peningkatan pendidikan iman dari generasi ke generasi. Oleh karenanya peran Pemuka Agama dan pemerintah perlu terus ditingkatkan dalam menjaga eksistensi rumah ibadah agar tidak menjadi museum semata.
Hal yang sama juga diutarakan Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah MA bahwa ummat memiliki tanggung jawab untuk mengisi dan memakmurkan rumah ibadah sambil mengisinya dengan pendidikan agar umat memiliki keseimbangan hidup.
Menara Lonceng/ Miring
Hal yang unik dari menara Pisa mencerminkan medeteriania dan arsitekturnya juga ada dipakai untuk bangunan Menara Mesjid. Fungsi menara dalam Katholik sebagai simbol keagungan Tuhan dan di dalamnya ada lonceng yng memanggil orang untuk beribadat dan mengingatkan kehadiran keagungan Tuhan di tempat tersebut. Bahkan lonceng dijadilkan media komunikasi dengan ummat.
Sedang dalam Islam menurut Sekretaris MUI Sumut Prof Dr H Hasan Bakti Nasution MA menara atau kubah melambangkan keagungan Tuhan dan tempat menangkap Nur Tuhan.
Interaksi Agama menurut Prof Hasan Bhakti bisa terjadi melalui arsitektur. Bisa saja antar Agama saling memperkaya satu sama lain seperti di Kota Pisa.
    Menara Pisa dibuat oleh arsitektur Krist Johan pada usianya 45 tahun. Pembangunan dilakukan dalam 3 tahap. Pembangunan lantai pertama dari 'campanile' yang berbatu marmer putih yang merupakan era kesejahteraan dan kejayaan militer.
    Lantai pertama ini dikelilingi oleh pilar dengan klassik yang mengarah miring terhadap lengkungan kerai. Menara Pisa sebenarnya dibuat agar berdiri vertikal seperti menara lonceng ,namun mulai miring tak lama setelah pembangunanya dimulai Agustus 1173. Ia terletak di belakang Katedral dan merupakan bangunan ketiga 'compo dei Miracoli ( lapangan pelangi) kota Pisa.
    Meski penduduk di kawasan menara Pisa mayoritas beragama Katholik tetapi para pedagang souvenir sekitar menara Pisa mayoritas beragama Islam terutama berasal dari Sinegal, .Al Jazair, Maroko dan Bangladesh. Kehidupan interaksi sosial warga yang berbeda Agama wujud dari kerukunan umat beragama di kota Pisa tersebut. ***