Penetapan status tersangka kepada Gubsu H Syamsul Arifin, SE, mengusik perasaan mereka yang bersimpati kepadanya. Mereka kemudian menyalurkan dukungan dan simpati itu melalui jejaring sosial Facebook. Hingga berita ini diturunkan, jumlah pendukung sudah mencapai 2000 lebih, padahal baru dibentuk dua hari lalu.
Di halaman grup itu tampak pernyataan, "Mendukung Haji Syamsul Arifin bukan berarti hendak melawan penegakan hukum, tetapi sebuah bukti bahwa para sahabat tetap di sekitar, di masa mudah ataupun sukar".
Pendiri grup dukungan ini, Toga Nainggolan, ketika dihubungi wartawan menjelaskan dia bersama seluruh member grup tidak bermaksud menentang penegakan hukum, apalagi menghalangi gerakan pemberantasan korupsi.
"Kami hanyalah orang-orang yang meyakini sepenuh hati, dan telah melihat banyak bukti bahwa Pak Syamsul itu orang yang sangat baik. Hobbinya membantu orang. Soal kebenaran, kita bisa berdebat, tetapi soal kebaikan, kita dengan mudah akan sepakat," katanya.
Hal senada juga disebut dalam deskripsi grup itu. "Melalui Grup ini, kami ingin mendukung seorang sahabat, baik di masa-masa mudah, terlebih di waktu-waktu yang sulit. Kami tidak ingin terkesan menjadi Situnjang na gadap, sitogu na jongjong, memuja-muja orang yang sedang di "atas", dan meninggalkannya ketika sedang dalam kesulitan".
Pada bagian lain juga disampaikan harapan agar hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya, sehingga hanya orang yang benar-benar bersalah yang akan mendapat hukuman, sekaligus memastikan tak ada yang berencana memetik keuntungan pribadi atau kelompok dari persoalan itu.
Sementara itu, Facebooker (pengguna Facebook-Red) yang bergabung di sana, menuliskan berbagai bentuk ucapan dukungan dan do'a. "Saya merasa heran atas kasus dugaan korupsi yang dialamatkan kepada Ketua DPD Partai Golkar Sumut tersebut, yang konon ceritanya tidak jelas dan mengambang, karena masih sebatas keterangan saja dari KPK tanpa merincikan bukti-bukti kesalahan," kata salah seorang member.
Anggota grup ini juga tampaknya datang dari berbagai latar belakang, termasuk remaja, yang terlihat dari bahasa "gaul" yang mereka gunakan. Cichi Intan Nuri misalnya, menuliskan ‘Kpk Say, mestinya perdalam dulu..tapi udh kasih statemnt tersangka..aneh..ada apa ya."
"Habis nonton tvone, kok makin terasa misterius kasus Pak Syamsul ini. Bahkan ada orang atau pihak yang tidak pernah basa-basi soal korupsi, merasa KPK tidak cukup jelas soal kasus ini. Ada apa, apa ada?" tulis Iyaz Meka.
Lain lagi yang disampaikan oleh Muhammad Alwi Ch, yang menulis ajakan untuk berdoa. "Sahabat2 FB sekalian mari kita berdoa.. untuk kebenaran yang hakiki.. tnggal dan berdiam di sebuah negara yg penuh dengan rekayasa memang bukan lah suatu yang mudah. faktor kepentingan dalam setiap kebijakan akan menjadi batu sandungan dalam penegakan hukum di negeri ni. Mudah2 an yang terjadi terhadap Bang Syamsul bisa segera berlalu."
Meski demikian, ada juga tokoh daerah bahkan nasional yang ikut bergabung, termasuk Sejken DPP PPP, Irgan Chaerul Mahfiz.
Sementara itu Gubsu H Syamsul Arifin SE juga didatangi ibundanya yang sering disapanya sebagai emak, Hj Fadlah dan mendoakan agar Gubsu yang dipanggilnya sebagai Ipin diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT untuk dapat keluar dari permasalahan.
Gwrakan sejuta doa dari berbagai elemen masyarakat juga berlangsung di banyak tempat yang intinya mendoakan semoga H Syamsul Arifin diberi ketabahan dan kekuatan. ***