Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Labuhanbatu yang menghubungkan kota Aeknabara dengan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), belakangan ini rawan macet. Penyebabnya, Jalinsum banjir karena gorong-gorong (paret) yang ambruk dan tumpat.
Pantauan wartawan, Rabu (28/4), jalan macet arus lalulintas berada di Km 309 Medan-Kotapinang atau Km 2 Aeknabara-Kotapinang dan di Km 315 Medan-Kotapinang (Km 8 Aeknabara-Kotapinang). Di sana , gorong-gorong berdiameter 2 M ambruk hingga menumpatkan aliran air di tepi Jalinsum tersebut.Badan jalan yang terkikis luapan air dilintasi truk berbeban berat menimbulkan lubang menganga.
Jalan berair dan rusak itu dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan bagi pemakai jalan, bisa merugikan banyak pihak, terutama dunia usaha.
Di sejumlah titik rawan macet Jalinsum wilayah Aeknabara menuju Kotapinang, itu bila hujan lebat akan bisa membuat macet total arus lalulintas di Desa Pematangseleng, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.
Beberapa hari yang lalu, terjadi macet kendaraan mencapai 3 Km di Jalinsum itu, akibat luapan air dari desa lain. Jalinsum yang sering digenangi air itu dikawatirkan bisa bertambah parah akibat gorong-gorong yang tidak ada kunjung diperbaiki pihak Dinas Jalan dan Jembatan.
M Manik, warga Pematangseleng mengaku jadi korban terkena imbas luapan air berlumpur ketika terjadi banjir kiriman di badan Jalinsum, beberapa waktu lalu. "Kenapa pemerintah tidak tanggap dengan hal ini? Kami sangat mengharapkan gorong-gorong itu diperbaiki supaya air lancer mengalir, tidak lagi meluap ke jalan dan rumah warga," ujar M Manik menjawab wartawan.
Sejumlah warga menyesalkan Jalinsum lintasan kendaraan mengangkut hasil bumi dari pulau Sumatera ke Pulau Jawa itu sering banjir hanya karena paritnya yang tidak terawat. Mereka meminta pemerintah segera mengatasinya.
"Kerusakan gorong-gorong itu harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah, karena bisa merugikan banyak pihak. Jalan rusak karena genangan air itu juga sebaiknya diperbaiki sebelum semakin parah," ujar warga.
Camat Bilah Hulu Labuhanbatu, H Sakti Sormin SE, ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/4), manyebutkan kemacetan aruslalulintas di Jalinsum itu bisa merugikan dunia usaha. Jalan keluarnya perlu segera dicari, karena apabila terjadi sering macet arus lalin, bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah ini.
"Pemerintah pusat dan daerah perlu meningkatkan kerjasama membangun prasarana jalan negara yang lebih memadai, juga aliran airnya layak dipikirkan," ujarnya.
Tersedianya jalan negara yang layak, memang berkontribusi sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, sehingga pemerintah perlu lebih fokus untuk mengatasi masalah kerusakan jalan dan gorong-gorong bahu jalan.
Jalinsum itu merupakan jalan negara kelas dua. Sedankan daerah Sumatera Utara terus berkembang, akibatnya, arus lalu lintas pengangkutan barang dan angkutan manusia berkembang pesat seiring pertumbuhan daerah. Maka kondisi jalan harus mampu mengimbangi. ***