Disinggung Soal Dugaan Korupsi, Umri Ancam Pukul Wartawan

>>luqman, binjai

Walikota Binjai, HM Ali Umri ‘berang' dan mengancam akan memukul wartawan, saat disinggung mengenai dugaan korupsi proyek PDAM Tirtasari Binjai, yang disebut-sebut melibatkan dirinya.

Insiden itu terjadi, Kamis (24/6), saat sejumlah wartawan termasuk imbc, datang ke kediamannya di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, persisi di Perumahan Binjai Indah.

Saat itu, sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Binjai sedang berkumpul, seperti Wakil Walikota Binjai Anhar Monel, Kepala Dinas Perhubungan Fadlan, Kadispora, Sumanto alias Totok, Kadis Tarukim Mahfullah Daulay, Kadis Pariwisata Wahydin Sukri, calon walikota dan Wakil Walikota Binjai, Zefri-Baskami, serta puluhan Satgas Nasional Demokrat akan dilantiknya atau diambil sumpahnya.

Ketika itulah wartawan mencoba mengkonfirmasikan perihal adanya dugaan keterlibatan Umri, mengingat sebelumnya Kasi Pidsus Kejari Binjai, FKJ Sembiring mengakui adanya keterlibatan Umri dalam kasus dugaan proyek PDAM Tirtasari Binjai.

"Memang keterlibatan Umri kita lihat ada, tapi untuk melakukan penyidikan terhadap Umri dibutuhkan izin Presiden, sebab Umri masih menjabat sebagai Walikota Binjai,"terang FKJ Sembiring.

Wartawan yang sudah kelelahan menunggu sejak pukul 12.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB pun tidak menyia-nyiakan kesempatan saat melihat Umri muncul di teras rumahnya. Namun, Umri langsung terlihat marah. "Udah tanyakan saja disana, di Pengadilan Negeri Binjai" kata Umri dengan nada tinggi sembari meningalkan wartawan masuk ke ruangan khususnya.

Merasa tidak puas dengan keterangan itu, kemudian wartawan kembali menunggu dan tak lama berselang, Umri kembali keluar dan menghapiri wartawan yang mencoba kembali mempertanyakan hal tersebut dugaan Korupsi PDAM Tirtasari Binjai yang terkesan jalan ditempat dan ada dugaan Umri terlibat dalam persidangan tersebut.

Secara tiba-tiba dan tak disangka, Umri semakin emosi dengan mengancam akan memukul wartawan, "Aku tuduh kau nanti pencuri, aku panggil Satgas Nasional Demokrat yang ada disitu untuk mukuli kau, lebih baik kau keluar aja,"kata Umri dengan nada tinggi sambil gemetar dengan muka merah merona.

Sebelumnya, kita ingin bercerita baik, dan menjelaskan, bahwasanya keterangan dari Umri hanya untuk mengkalirifikasi keterangan saki-saksi yang ada di Pengadilan Negeri (PN) Binjai saat berjalannya persidangan. Mendengar hal itu, Umri bukannya reda malah semakin emosi.

"Kau sudah dengar semua di Pengadilan, jadi apalagi, lebih baik kau keluar, sekarang juga dari sini" katanya dengan nada tinggi sembari mengangkat tangan. Dikarenakan terjadi keributan, anggota Umri dan sejumlah tamunya langsung berkumpul, dan salah seorang tamu Umri juga marah dengan wartawan dengan menyuruh keluar.

"Sudah keluar kau dari sini, mau keluar kau apa enggak,"kata tamu Umri yang tidak tahu apa masalah wartawan dengan Umri. Takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan, Mahyulis selaku ajudan Umri, menarik wartawan keluar dari kediaman Umri, "Udahlah keluar aja kalian, nanti jadi masalah, dan bukan di sini tempatnya, "kata Ulis sembari mengantarkan wartawan agar meningalkan rumah kediaman orang nomor satu di kota Binjai tersebut. ***