Pembinaan Sepak Bola di Labuhanbatu Perlu Digalakkan

>>zainul, rantauprapat

Kebangkitan Sepak Bola Labuhanbatu (Poslab) sangatlah tertinggal di bandingkan daerah lain di Sumatera Utara. Beberapa faktor penyebabnya antara lain salah satu keseriusan pengurus yang menggawang Poslab. Pengurus yang ada saat in sudah harus berani berjiwa gentlemen untuk mengatakan gagal memberikan prestasi buat pecinta si kulit bundar di kabupaten yang berjulukan petro dolar.

Hal itu di sampaikan Agus Rianto salah seorang putera terbak labuhanbtau yang meniti kareir sepak bola di kancah sepak bola LSI yang bermain di PSPS Pekan Baru. Pembinaan yang di lakukan haruslah terprogram bukan hanya mempersiapkan pemain ketika ingin mengikuti kompetisi. "Bagaimana mau maju, kalau pengurus tak mengerti tentang sepak bola," tukasnya kepada imbc bernada kecewa melihat prestasi Poslab.

Menurut Agus, pengurus haruslah mencurahkan perhatian terhadap persepakbola bukan hanya namanya terpampang dalam struktur pengurusan saja. Salah satu kegagalan di era kepengurusan poslab yang saya dengar secara langsung, dalam kegiatan regional , Porwil dan Suratin tahun ini saja labuhanbatu tak ikut serta,nah inikan contoh kegagalan yang harus di pertanggung jawabkan ,"malu rasanya kita tak ikut Porwil dan piala Suratin,sedang kabupaten yang baru mekar (labura dan labusel) saja,ikut,"katanya Jumat 25 Juni di stadion Binaraga Rantauprapat.seraya menanyakan yang namanya Iwan pengurus Poslab

Kegundahan Agus Rianto juga disahuti beberapa pencinta bola di Kota Rantauprapat, Syahrial SE dan Andi Pati Dana Siagian, Syahrial mantan pemain Poslab Junior tahu 80 an lebih keras lagi mendikte agar pengurus yang ada saat ini gagal dan harus segera di adakan Musda untuk kebangkitan sepak bola labuhanbatu.

Para anggota klub harus berani mengadakan gebrakan untuk melaksanakan Musda secepatnya," pengurus klub harus bertindak cepat selamatkan poslab,"katanya mengharapkan agar persoalan ini di dukung kalang pencinta sikulit bundar di kota penghasil sawit dan karet ini

Sementara desakan itu juga datang dari Andi Pati yang tau benar prestasi Poslab karena orang tuanya dulu Almarhum Harun Siagian adalah pengurus Poslab. Sekarang pengurus tak seperti zaman ayah saya dulu, orang yang paham tentang sepak bola yang duduk jadi pengurus.Bukan seperti sekarang ini,'karena dekat pejabat jadi pengurus.

"Sudah saat pengurus baru terbentuk melalui musda, artinya poslab di era kepengursan sekarang gagal total," katanya. ***