Sejumlah elemen masyarakat menyayangkan aksi kekerasan yang dipertontonkan Walikota Binjai HM Ali Umri, yang mengancam akan memukul wartawan saat hendak mengonfirmasi perihal korupsi di PDAM Tirtasari Binjai, yang disebut-sebut melibatkan dirinya.
Demikian Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara, Togar Lubis, Jumat (26/6) saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya.
Dukungan serupa datang dari berbagai elemen masyrakat Kota Binjai seperti dari Ketua IPK kota Binjai Ali Susanto, Ketua DPRD Kota Binjai H. Ir Haris Harto, Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal ( K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis dan lainnya.
Menurut Togar Lubis, tindakan Ali Umri dengan mengancam wartawan yang bertugas meliput pemberitaan guna menyajikan fakta yang akurat dan berimbang untuk dikonsumsi masyarakat merupakan hal yang bertentangan dengan UU RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta dinilai tak pantas dilakukan seorang pemimpin, terlebih lagi sebagai seorang Walikota Binjai.
"Memburu berita sudah menjadi profesi jurnalis maupun wartawan yang kalau kita nggak khilaf dilindungi oleh Undang - Undang NKRI. Bentuk intimidasi berupa ancaman terhadap wartawan yang keluar dari mulut seorang pemimpin apalagi menjabat sebagai Walikota, kita rasa tidak pantas dan tak etis," ujarnya.
Karena itulah menurutnya sangat disayangkan apabila seorang tokoh politik sekelas Ali Umri bersikap tidak bersahabat dengan mengusir dan mengancam wartawan ketika menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Ketua Jurnalis Independent Binjai (JIB), Dedi Susanto meminta Walikota Binjai H.M Ali Umri SH Mkn tidak menunjukan "power" terhadap wartawan kota Binjai. Sebab, Ali Umri merupakan bapak bangsa pembangun di Kota Rambutan ini.
Apalagi, baru dilantik sebagai Ketua Angkatan 45 maka dari itu haruslah memberi panutan yang baik bagi Bangsa terutama mengayomi masyarakat Kota Binjai atas dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Negara Indonesia merupakan Negara hukum, masalah besar atau kecil bisa kita selesaikan berdasarkan hukum. Tapi, hukum jangan dipermainkan atau di ‘Petieskan', kata Dedi Susanto yang juga seorang wartawan terbitan Medan tersebut.
Sementara itu pantauan imbc terkait pemberitaan Ali Umri yang mengancam wartawan menjadi pembicaraan sejumlah masyarakat yang ditemui, seperti ungkapan salah seorang pedagang di seputaran Lapangan Merdeka Binjai, yang simpati terhadap wartawan serta memberikan motivasi dan dukungan untuk merobohkan pengaruh jabatan dan kekuasaan yang dinilai menyengsarakan rakyat. ***