APBD Labuhanbatu TA 2010 Defisit

>>zainul, rantauprapat

Sejumlah kalangan mempertanyakan APBD Labuhanbatu tahun anggaran 2010 yang disebutkan mengalami defisit. Akibatnya, terjadi pemotongan anggaran yang telah direncanakan termasuk cabang olahraga, yang dananya dikelola KONI.

"Pomotongan itu perlu dipertanyakan, masak ada alasan untuk dana Pilkada, kan aneh," tutur Syafaruddin, salah seorang pemerhati olah raga di Labuhanbatu, Minggu (27/6).

Diharapkan Syafar, agar persoalan ini jangan dianggap tak berarti, Sekda harus tranparans kepada masyarakat Labuhanbatu, apalagi APBD tersebutkan disahkan bersama wakil rakyat. "Setahu saya, bila ada perubahan DPRD dilibatkan sesuai aturan yang berlaku. Defisit ada apa sebenarnya," katanya heran.

Syafaruddin merasa aneh Pemkab Labuhanbatu pada tahun Anggran 2010 mengalami defisit anggaran sekitar 25-30%. Apa lagi waktunya bertepatan dengan berlangsungnya Pemilukada. Bahkan "buntutnya" bakal terjadi pemotongan dana belanja di Dinas dan Kantor di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.

Disebut-sebut, pemotongan dilakukan dengan meniadakan beberapa pembangunan proyek fisik yang sebelumnya telah dianggarkan dalam APBD Tahun anggaran 2010 yang disahkan oleh legislative melalui rapat paripurna di DPRD.

Tragisnya, sampai saat ini masih ada beberapa item dari belanja modal yang belum disalurkan kepada pegawai yang berhak menerimanya. Diantaranya, tunjangan lauk pauk dan dana kesejahteraan guru yang biasanya diterima per triwulan namun tiga bulan terakhir ini belum diterima. Belum lagi beberapa dana untuk bantuan kegiatan olah raga maupun kegiatan rutin lainya yang terpaksa "disunat", belum diketahui apa peyebabnya.

Seperti pengakuan dari salah seorang guru yang mengajar di salah satu SMU di Rantauprapat kepada wartawan, Minggu (27/6).

"Kami belum menerima dana kesra dan lauk pauk, biasanya, kami menerima dana itu pertriwulan. Kalau menurut kebiasaan, pada awal bulan juni kemarin sudah diterima, tetapi entah kenapa untuk bulan Maret, April dan Mei belum juga cair, padahal sekarang telah dipenghujung bulan Juni, jadi genap satu bulan," katanya.

Guru tersebut menyatakan dana kesra yang biasanya dia terima Rp300 ribu perbulan dan uang lauk pauk Rp300 ribu perbulan. "Tiga bulan terakhir belum diterima, belum lagi dana uang tambahan gaji guru PNSD yang masih dibayar 11 bulan dari yang seharusnya 12 bulan" kata guru yang mengaku bermarga Nasution.

Perlu diketahui, bahwa di APBD tahun anggran 2010 disebutkan bahwa pendapatan daerah senilai Rp 504.252.744.458. Sedangkan belanja daerah Rp 566.426.529.913. Sedangkan defisit di perkirakan hampir senilai Rp 62 milyar. Namun tidak disebutkan alasan dari penyebab defisit tersebut.

Mengenai adanya deficit anggaran itu dibenarkan oleh seketaris Badan perencana daerah (Bapeda) Pemkab Labuhanbatu, Hobol ZR menjawab pertanyaan wartawan dikantornya, Selasa (22/6), defisit anggaran akan terjadi apa bila target pendapatan daerah tidak terealisasi, hal itu disesbabkan anggaran belanja yang cukup besar.

Sebelumnya, Sekdakab labuhanbatu, Hasban Rintonga mejawab pertanyaan wartawan, senin di ball Room suzuya disela sela acara penetapan pemenang Pilkada menyebutkan, Senin (21/6) Defisit belum terjadi, masih rencana, namun kalau mau lebih jelas, tolong temui Badan Kepala Pengelola Keuangan Daerah. ***