Ratusan wartawan Kota Binjai, Senin (28/6) menggelar aksi unjukrasa di Kantor Walikota, Mereka mengecam sikap arogansi yang ditunjukkan Walikota Binjai Ali Umri terhadap kalangan pers. Para wartawan juga mengancam akan memboikot segala pemberitaan yang berkaitan dengan Umri.
Koordinator aksi, Aswin, menyebutkan, aksi unjukrasa ini menyusul adanya ancaman pemukulan yang akan diterima wartawan Kota Binjai berinisial HD dari Harian Sumut Pos serta LT wartawan Harian PortibiDNP yang dilakukan Walikota Binjai H.M Ali Umri SH Mkn.
Sikap Umri ini dinilai bertentangan dengan Undang-Undang No.40 tahun 1999 Tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi.
"Kami para wartawan menyesal tindakan Walikota Binjai H.M Aliumri SH Mkn, yang mengancam wartawan saat ingin melakukan cek and ricek terkait dugaan korupsi PDAM Tirtasari Binjai tahun 2006," tegas Aswin.
Aswin meminta Kejaksaan Negeri (Kajari-red) Binjai, melakukan penyidikan keterlibatan Ali Umri dalam tindakan pidana korupsi proyek PDAM Tirtasari Binjai tahun 2006.
Aksi para wartawan ini diterima staf dari Badan Informasi dan Komunikasi/Humas Pemko Binjai Rusli. Dalam pertemuan para wartawan meminta agar dalam kurun waktu 2x24 jam Ali Umri harus meminta maaf pada kalangan insan pers yang ada di Kota Binjai atas pengancaman pemukulan yang dilontarkannya.
Aksi serupa pun berlanjut di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejari) Binjai di Jalan Amir Hamzah.
Sebagaimana terjadi sebelumnya, ancaman pemukulan ini dilontarkan Walikota Binjai Ali Umri karena merasa ‘berang' saat wartawan hendak mengonfirmasi dugaan korupsi proyek PDAM Tirtasari Binjai, yang disebut-sebut melibatkan dirinya.
Sebab sebelumnya Kasi Pidsus Kejari Binjai, FKJ Sembiring mengakui adanya keterlibatan Umri dalam kasus dugaan proyek PDAM Tirtasari Binjai.
"Memang keterlibatan Umri kita lihat ada, tapi untuk melakukan penyidikan terhadap Umri dibutuhkan izin Presiden, sebab Umri masih menjabat sebagai Walikota Binjai,"terang FKJ Sembiring.
Karena itulah Umri emosi dan mengusir wartawan setelah sebelumnya mengancam akan menyuruh anggotanya untuk memukul wartawan. ***