>> imbc, medan
Wagubsu H Gatot Pujonugroho ST mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini sangat mengkhawatirkan dan sudah menembus batas. Bahaya dan efeknya semakin luas bukan hanya individu, keluarga dan masyarakat bahkan Negara.
Demikian Wagubsu Gatot Pujonugroho yang juga Ketua Badan Narkotika Provinsi Sumut pada acara Pembukaan Rapat Kerja Teknis BNP-SU dengan BNK/kota se Sumut, Senin (12/7) di Hotel Garuda Plaza Medan yang turut dihadiri Deputi Terapi dan Rehabilitasi BNN Dr Benny Ardjil, SpKj dan Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan.
Berdasarkan hasil penelitian TNI, kata Gatot Pujonugroho, salah satu factor maraknya penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Indonesia adalah factor politis yang menjurus kepada pelemahan kekuatan bangsa.
Untuk mengurangi efek negative penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dan untuk mewujudkan visi Indonesia Bebas narkoba 2015, dibutuhkan organisasi yang solid dan kuat berdasarkan peraturan yang berlaku serta mendapat dukungan baik dari DPR maupun masyarakat luas.
Salah satu upaya mengurangi permintaan terhadap narkoba adalah menyelamatkan mereka yang sudah terlanjur menyalahgunakan narkoba. Dan inilah yang menjadi focus kampanye hari Anti narkoba Internasional.
"Kita mengajak masyarakat untuk mau dan tidak malu untuk melaporkan anggota keluarganya yang pecandu kepada pihak pemerintah atau kepolisian untuk dapat direhabilitasi,"ujar Gatot Pujonugroho.
Menanggulangi masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba membutuhkan kebersamaan dengan program tepat sasaran dan tidak bisa ditumpukan kepada salah satu instansi. ***