>> mad, medan
Puluhan perempuan tergabung pada Jaringan Aktivis/Pendukung Penguatan Perempuan Sumatera Utara (JARAK Perempuan Sumut) menggelar aksi damai di depan Hotel Dharma Deli Medan tepatnya disekitar bundaran kantor pos Medan, Sabtu (17/7) sekira pukul 15.30 WIB.
Aksi damai tersebut dilakukan puluhan aktivis JARAK Perempuan Sumut dengan cara membentang beberapa spanduk dan poster-poster mengecam adanya kenaikan harga TDL, maraknya kasus meledaknya kompor gas gratis dan adanya aksi video porno yang dilakukan artis terkenal sehingga sangat menyinggung perasaan perempuan di Sumut.
Timo Dahlia kordinator lapangan dalam orasinya mengecam tindakan sepihak pemerintah dalam menaikkan harga TDL membuat naiknya beberapa barang sehingga sangat memberatkan para perempuan, selain itu adanya kompensasi kompor gas yang kini menjadi momok bagi para ibu-ibu rumah tangga.
" Pemerintah harus bertanggung jawab seputar maraknya kasus ledakan kompor gas yang disebabkan buruknya safety dari kepala tabung gas sehingga banyak menyebabkan kompor gas meledak dan juga beredarnya tabung gas elpiji 3 Kg yang tidak sesuai dengan SNI,"ujarnya.
Sementara itu, Meuthia Fadila Fachruddin selaku penanggung jawab aksi mengatakan, aksi damai dilakukan JARAK Perempuan Sumut disebabkan 4 hal yaitu kenaikan TDL yang sangat berpengaruh terhadap ibu rumah tangga, perempuan sebagai korban pornografi, konfensasi minyak tanah ke gas elpiji yang kini menjadi sorotan akibat banyaknya korban jiwa perempuan akibat ledakan kompor gas 3 Kg yang di subsidi oleh pemerintah dan adanya penganiayaan terhadap aktivis HAM.
"Kita sangat menyayangkan sikap pemerintah yang belum respon terhadap banyaknya ledakan akibat tabung gas yang mereka subsidi, untuk itu kita minta pemberian asuransi terhadap korban ledakan tabung gas, perbaikan kualitas dari perangkat kompor gas dan melakukan sosialisasi cara pemakaiannya,"tandas Meuthia.
Meuthia juga mendesak Pemerintah untuk memaksimalkan pelaksanaan dari peraturan dan perundang-undangan khusus perlindungan perenmpuan dan anak, serta menarik produk gas lama dengan menggantikannya dengan yang baru sesuai dengan standar SNI. ***