Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut khususnya sudah banyak menelorkan kader yang berhasil menempati jabatan strategis di pemerintahan. Sebut saja Gubsu H Syamsul Arifin
SE, bahkan ada yang pernah berhasil menjadi Menteri yakni Bommer Pasaribu.
Belum lagi kader-kader KNPI di Sumut yang kini duduk menjadi Bupati di beberapa daerah mapun yang merupakan mantan Bupati.
"Ini merupakan gambaran, betapa KNPI Sumut khususnya merupakan satu wadah kepemudaan yang mesti mendapat tempat di hati para pejabat tersebut, dengan menunjukkan kepedulian yang benar-benar konkrit," kata Ketua DPD KNPI Sumut M. Yasir Ridho Lubis, di dampingi para
pengurus teras lainnya dalam audensi dengan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun yang di dampingi Wakil Ketua Sigit Pramono Asri dan Ketua Komisi E Brilian Moktar, Jum'at (16/7).
Jadi, kata Ridho, dalam rangka peringatan HUT KNPI ke 37 tahun 2010 ini, diharapkan ada suasana baru di tubuh KNPI Sumut yang disepuh Pemprovsu dengan belaian nyata khususnya mengayomi berbagai program kepemudaan dengan pendanaan.
"Jika saja 62 Organisasi Kepemudaan (OKP) yang bernaung di dalam KNPI Sumut, mendapat anggaran pembinaan lif skill misalnya, dengan anggaran Rp. 200 juta saja per OKP, baru dibutuhkan Rp. 12 M. Sedangkan di Pemprovsu, banyak berbagai proyek yang tidak masuk skala prioritas untuk dibangun, tetap mendapat kucuran ratusan miliar, bahkan ada beberapa lembaga olahraga dan fasilitas olahraga yang sampai kini tidak jelas prestasi yang dilahirkan bisa mendapat kucuran Rp. 3,5 miliar hingga Rp. 16 miliar," kata Ridho Lubis.
Jadi, kata Yasir Ridho Lubis, semangat kepemudaan diharapkan terus tumbuh seiiring dengan keberhasilan para kader KNPI yang kini sebenarnya memiliki kewenangan untuk memberikan perhatian pendanaan yang dibutuhkan KNPI dalam rangka mengefektifkan potensi yang di tubuh
KNPI Sumut.
Dia juga menyinggung soal kebutuhan kantor KNPI Sumut yang pernah di mintakan kepada Pemprovsu dengan kebutuhan anggaran hanya sebesar Rp. 5 miliar. Nmaun tidak ada respon, padahal jika KNPI Sumut memiliki kantor yang dibangun dnegan dana Rp. 5 miliar diyakini, seluruh kegiatan dan Musyda serta rapat-rapat lainnya, tidak pelru lagi harus
mencari hotel atau tempat lain.
Dia juga menyinggung, soal kas KNPI Sumut sebesar Rp. 500 juta. Yasir mengatakan, jumlah itu tidak perlu ditambah. Yang penting, bagaimana Pemprovsu bisa mengayomi 62 OKP dimakasud, sehingga kedepan bias berkiprah secara lebih tegas dan jelas.
Menyikapi ini, Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun mengatakan, DPRD Sumut pada prinsipnya mendukung persepsi dan keinginan KNPI Sumut dan Komisi terkait tentunya akan mencatat dan membawa aspirasi KNPI ke prosedur yang ada di lembaga legislatif Sumut.
"Wadah kepemudaan seperti KNPI yang memang diakui sudah banyak memberhasilkan kadernya memperoleh prestasi baik dibirokrasi maupun di lembaga legislatif. Jadi, sangat wajar dan layak untuk diperhatikan secara nyata, terlebih KONI merupakan wadah pembinaan generasimuda yang memiliki referensi penuh dari pemerintah," katanya.
Saleh juga mengatakan, HUT ke 37 KNPI ini diharapkan akan menciptakan keberhasilan tujuan dan program yang ada di tubuh KNPI, dan eksistensi KNOPI di tengah masyarakat hendaknya semakin signfikan. ***