"Kita mau semuanya bersih, baik lahir dan bathin. Mudah-mudahan dengan Gerakan Bersih Masjid, hati dan fikiran kita juga bersih sehingga segala amal ibadah kita selama Ramadhan diterima Allah SWT," ujar Gubsu pada acara yang dihadiri unsur Muspida Sumut, pejabat teras sipil dan militer Provinsi Sumut maupun Kota Medan, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara Prof DR H Abdullah Syah MA, Ketua Umum DP MUI Medan Prof DR H Moh Hatta, para Alim Ulama, tokoh masyarakat dan lainnya.
"Saya juga meminta para bupati dan walikota se-Sumut mendukung penuh dan pro aktif menggerakan masyarakat untuk membersihkan Masjid serta menyemarakkan Masjid terutama Shalat Subuh berjamaah," ujar Gubsu pada acara yang juga diisi Tausyiah oleh Al Ustadz Prof DR H Ramli Abdul Hamid MA.
Antusias umat Islam mensyiarkan gerakan ini cukup besar. Sumbangan maupun infaq juga mengalir, termasuk untuk pembenahan dan pengecatan Masjid Agung Medan. Ada yang menyumbangkan vacuum cleaner, cat, kuas, sapu dan lainnya.
Begitu bedug ditabuh, jamaah berlomba mengambil peran masing-masing melakukan pembersihan lantai Masjid, karpet, pembersihan kaligrafi dan dinding marmer tempat Sholat, pembersihan lantai tempat Wudhuk dan toilet, Kubah, bahkan Gubsu ikut langsung berbaur dengan masyarakat menyapu dan mengutipi sampah.
Kehadiran langsung Gubsu pada pencanangan ini memberi motivasi besar bagi jamaah. Gubsu mengemukakan dengan gerakan ini tumbuh partisipasi lebih besar dan lebih riel pada masyarakat yang diharapkan melahirkan tanggung jawab yang besar dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya Mesjid sebagai tempat ibadah.
"Upaya ini dapat dilakukan dengan menjaga dan merawat fasilitas Masjid untuk kepentingan bersama dengan azas kemaslahatan ummat. Semakin tinggi tingkat partisipasi dan kepedulian kita terhadap lingkungan maka akan semakin besar pula kecintaan kita terhadap Mesjid," ujar Gubsu seraya menyampaikan apresiasi dan berbesar hati atas banyaknya jamaah memenuhi Masjid pada Shalat Subuh berjamaah dan beliau mengisyaratkan agar umat Islam memenuhi Mesjid untuk Shalat Subuh sebagaimana pada Shalat Jumat.
Gubsu mengemukakan Mesjid merupakan wadah yang paling strategis dalam membina dan menggerakkan potensi Umat Islam untuk mewujudkan sumberdaya umat yang tangguh dan berkualitas. Mesjid selain tempat Ibadah juga sebagai komponen fasilitas sosial dan wadah pemersatu umat Islam. "Hal ini tentunya tidak terlepas dari fungsi Mesjid sebagai pusat kegiatan Ibadah dan Kebudayaan Islam," ujarnya.
Gubsu juga mengajak umat Islam menggunakan kesempatan Bulan Ramadhan untuk meningkatkan amal dan ibadah sunnah seperti Shalat Tarawih sebab Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, keampunan dan kemuliaan. Bagi masyarakat Sumut yang tidak seiman dengan umat Muslim, Gubsu mengimbau agar menghormati Ramadhan dan menghormati umat Islam yang melaksanakan Ibadah Puasa. "Sikap toleransi umat beragama mesti kita tunjukan. Bahwa Sumut ini sangat aktif mewujudkan sikap toleransi," papar Gubsu mengakiri. ***