Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin bersama dinas terkait melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Petisah, Jumat pagi (23/7). Sidak ingin mengetahui kondisi pasar dan harga sembako menghadapi Ramadhan 1431 H.
Sidak ke pasar tradisional dilakukan Gubsu bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, M Hasbi Nasution, Kadis Pertanian, Muhammad Roem, Kadis Peternakan, Tetty Erlina Lubis, Kadis Kominfo, Drs Eddy Syofian dan sejumlah pejabat Sumut menyikapi banyaknya keluhan masyarakat Sumut yang mengeluhkan kenaiknya harga-harga kebutuhan pokok.
Dari hasil sidak kemarin, Gubsu mengatakan, rata-rata harga sembako di Pasar Petisah mengalami penurunan dibanding sepekan sebelumnya. Misalnya, harga capai yang sempat Rp50.000 perKg, turun menjadi Rp28.000 per kilogram. Begitu juga daging ayam dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per/kg. Sedangkan harga beras dan daging lembu mengalami kenaikan. Misalnya, beras jenis IR 64 dari Rp6.000 naik menjadi Rp6.500 per/kg. Daging lembu dari Rp58.000 menjadi Rp62.000 per/kg.
"Alhamdulillah harga sembago sudah mulai turun. Tadi saya tanya ke pedagang, harga cabai 28 ribu perkilogramnya. Harga Daging ayam juga mulai turun. Tapi beras dan daging sapi yang belum turun," ujar Gubsu.
Masih kata Gubsu, harga bahan kebutuhan pokok yang harus terus dipantau, yakni beras, gula dan minyak goreng. Menurut Gubsu, ketiga sembako itu paling banyak yang dibutuhkan rakyat. "Saya pikir tim inflasi daerah harus terus mengawasi. Agar harga sembako tetap stabil," sebut Gubsu.
Mengantisipasi lonjakan harga sembako di pasaran, lanjut Gubsu, Pemprovsu telah sepakat mengambil kebijakan akan menggelar Operasi Pasar (OP). Bahkan, kebijakan menggelar OP itu sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. "Kita sudah berketetapan hati menggelar Operasi Pasar. Kita sampaikan ke pusat, dan pusat mendukung kebijakan OP itu," tutur Gubsu.
Gubsu yang juga sebagai penjabat Walikota Medan menegaskan, paling lambat minggu depan OP sudah dilaksanakan di sejumlah titik di Sumatera Utara. Khusus di Medan OP digelar seminggu sebelum Ramadhan dan akan digelar di 21 kecamatan se-Kota Medan dengan 181 titik. "OP lebih untuk membantu warga kurang mampu. Sebab, nantinya warga yang membeli sembako akan mendapat disubsidi," sebutnya.
Pada kesempatan itu, Gubsu yang didampingi Ketua Tim pengendali inflasi, Gatot Sugiono kembali mengingatkan kepada para pedagang untuk tidak melakukan spekulasi dan penumpukan sembako. Karena hal itu akan memicu naiknya harga sembako di pasaran.
"Saya sudah perintahkan dan imbau, agar para spekulan sadar. Jika tetap juga diberlakukan, kita akan berlakukan aturan dengan ketat. Sebab apa yang mereka melakukan menyengsarakan rakyat," tegas Gubsu. ***