Masa Depan Partai Demokrat Sumut Ditentukan Sikap 33 Cabang

>> dave, medan

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Ahmad Ikhyar Hasibuan mengatakan kursi DPD Partai Demokrat Sumut periode 2010-2015 harus didasarkan nurani suara tingkat cabang agar mampu mengayomi serta menjadikan partai modern untuk lima tahun ke depan.

Menurutnya, kepemimpinan partai ke depan ditentukan DPC. Pilihan itu mutlak bagi calon yang mampu dan bisa mengayomi. "Jika tidak bisa mengayomi, maka tidak usah dipilih," kata Ahmad Ikhyar Hasibuan di Medan menjelang Musyawaran Daerah Partai Demokrat Sumatera Utara direncanakan September 2010, Selasa (10/8/2010).

Apalagi musyawarah daerah DPD Partai Demokrat Sumut nantinya diberikan kepada 33 suara. Santer terdengar 12 nama calon kader Partai Demokrat yang akan maju yakni Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Palar Nainggolan, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut H Rahmat P Hasibuan.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat H Hasbullah Hadi, Bupati Deli Serdang H Amri Tambunan, anggota DPRD Sumut H Arifin Nainggolan, kader partai Ali Osman Siregar, Bupati Tapanuli Tengah Tuani Lumban Tobing, anggota DPRD Sumut Nurhasanah, Mustofawiyah Sitompul, Ketua DPC Partai Demokrat Pematang Siantar juga Walikota Pematang Siantar RE Siahaan dan Bupati Labuhan Batu HT Milwan.

Menurut Ahmad Ikhyar, nama-nama yang maju harus mampu meyakinkan DPC Partai Demokrat. Ikhyar memprediksikan nantinya akan muncul empat calon kuat jika semuanya berminat untuk maju. Untuk ditetapkan menjadi calon ketua DPD, kata Ahmad Ikhyar Hasibuan, setiap calon harus mendapat dukungan minimal 25 persen dukungan setara sembilan suara DPC. "Tentunya ini bukan perkara mudah mendapatkan dukungan sembilan suara DPC, jika track ini sudah dilalui, maka perebutan untuk merebut kursi DPD Partai Demokrat menjadi lebih mudah."

Namun Ahmad Ikhyar Hasibuan mengatakan pihaknya memiliki beberapa kriteria, tantangan dan visi misi calon yang maju menjadi ketua DPD Partai Demokrat Sumut harus mampu menangkap sinyal DPP Ketua Umum Partai Demokrat Sumut akan menjadikan partai modern.

Ikhyar mengatakan, calon ketua DPD Partai Demokrat Sumut harus mampu mengarahkan lingkaran mercy ini membawa perubahan menjadi partai modern. Terpenting sekali, terhadap manajemen politik dan stigma partai. "Partai Demokrat tentu tidak boleh sekedar partai seremonial ataupun terfokus terhadap olahraga. Jadi partai memang sedang mencari figur untuk menjalankan manajemen partai."

Apalagi Partai Demokrat, kata Ikhyar, periode ketiga pemimpin dibutuhkan figur yang mampu mempertahankan prestasi partai seperti sekarang ini. "Generasi pemimpin Partai Demokrat saat ini bukan yang bekerja keras untuk meraih suara masyarakat. Periode terberat pengurus partai terjadi pada kepemimpinan 2002 hingga 2004 waktu dipimpin Yusuf Pardamean."

Sedangkan kepengurusan DPD Partai Demokrat 2004-2010 lebih dominan dibantu bayang-bayang Ketua Dewan Pembina SBY. "Tidak usah bekerja terlalu keras juga dipastikan dapat mendulang suara cukup signifikan karena figur SBY yang sangat dominan."

Tetapi prestasi pemimpin partai periode sekarang ini, kata Ikhyar, tidak ada. Karena hingga sekarang ini tidak ada satu pun sentral partai atau sekretariat partai di daerah-daerah meski dipimpin Ketua DPC Partai Demokrat yang menjadi kepala daerah.

Ikhyar juga mengingatkan 35 suara untuk merebut kursi DPD Partai Demokrat itu terdiri dari 33 suara tingkat DPC se Sumatera Utara, satu suara DPD Partai Demokrta dan satu suara DPP Partai Demokrat. Artinya, DPP Partai Demokrat juga jangan sampai salah menentukan pemberian suara agar tidak salah untuk membesarkan partai.

Apalagi peluang penumpang gelap yang akan menggunakan kendaraan Partai Demokrat untuk merebut kursi kepala daerah, tetapi setelah diraih akan dilupakan, kata Ikhyar.

Jadi mutlak diperlukan figur yang kuat untuk memimpin partai. "Sekali lagi figur calon ketua DPD Partai Demokrat menjadi pilihan DPC-DPC se Sumatera Utara harus