Menurut keterangannya dari jumlah defisit 78 milyar sebanyak itu Bupati Alm HM Saleh Harahap hingga masa jabatannya berakhir 2004 wariskan defisit anggaran Rp23 milyar. Sisanya Rp50 milyar lebih warisan mantan Bupati Ongku P.Hasibuan.
Defisit anggaran di tangan Ongku sebut Ibrahim akibat beberapa factor penyebab. Salah satunya tingginya estimasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang diusulkan mencapai Rp32 milyar lebih pada TA 2009, padahal tidak tercapai maksimal, cuma 21 milyar terealisasi.
Dikatakan, dari Rp23 milyar warisan almarhum Saleh, kasus dugaan korupsi yang menimpa pemegang kas daerah Tapsel Amri Tambunan Rp11,8 milyar sudah termasuk diantaranya, juga kasus yang disebut-sebut menimpa Rahudman Rp7 milyar.
Sedang Tapsel era Ongku, dari Rp50 milyar lebih defisit anggaran Tapsel, ikut didalamnya kasus korupsi yang menimpa Aslim Simamora (BKD Tapsel) sebesar Rp2,7 milyar. Sangat jauh harapan tambal defisit dari devident Bank Sumut yang hanya sekitar Rp7 milyar.
"Pemkab Tapsel (pemimpin baru SARASI-red) harus cepat mencari dan mengambil solusi guna mengatasi warisan ‘hutang' bupati lama itu. Cara baik, melakukan pinjaman daerah ke pihak ketiga. Kalau ini tidak dilakukan, yakin pembangunan Tapsel 2011 terancam tidak ada," kata Sekda.
Menurutnya, sektor fisik infrastruktur di berbagai bidang terancam nol, pabila Pemkab Tapsel sekarang tidak mau melakukan pinjaman ke pihak ketiga guna menutupi deficit anggaran rP78 milyar.
Lebih jauh Sekda Ibrahim yang juga ketua tim pengguna anggaran daerah Tapsel berujar apapun yang terjadi termasuk kelemahan selama kepemimpinannya Ongku P.Hasibuan harus tetap bertanggung jawab.
"Sampai kapanpun, Ongku P Hasibuan akan mempertanggungjawabkan semua kinerja termasuk kalau ada kesalahan selama dia menjabat bupati, saya yakin beliau tidak tipe sosok yang mengelak."
Gagal
Secara terpiah, ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Mahmud Lubis, S.Ag tegas mengatakan deficit anggaran mencapai 78 milyar sebuah angka yang cukup signifikan.
"Wah..., defisit mencapai 78 milyar cukup luar biasa dan signifikan, angka bombastis, tidak rasional dalam 1-2 tahun anggaran berjalan. Kita kuatir ada kebobolan? Ongku P Hasibuan dianggap gagal memimpin Tapanuli Selatan," sebut dia.
Bahkan kata dia tidak tertutup kemungkinan ada unsur penutup-nutupan oleh Pimpinan. "kita sangat kecewa dan sangat terkejut setelah mendengar dari rekan-rekan wartawan yang menyebut deficit anggaran tapsel hingga 2010, mencapai 78 milyar," ujar mahmud.
Sampaikan ke Masyarakat
Dalam kesempatan ini Ia mengusulkan agar badan anggaran meminta Pemimpin DPRD Tapsel agar menyurati setiap SKPD-SKPD pengguna anggaran untuk memberi penjelasan lebih rinci kepada DPRD apa sebenarnya yang telah terjadi terhadap anggaran ditubuh Pemkab Tapsel dihadapan Bupati/wakil bupati Syahrul -Rapolo.
Sementara dihubungi terpisah anggota Banggar DPRD Tapsel Borkat S.Sos mengatakan setelah mendapat penjelasan oleh SKPD kepada dewan dihadapan bupati/wakil bupati baru dilantik, Syahrul-Rapolo langsung menjelaskan secara luas kepada mayarakat apa yang terjadi ditubuh Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga bias deficit anggaran sekitar 78 milyar.
"Artinya pasangan kepala daerah yang baru dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubsu H Syamsul Arifin SE atasnama Presiden RI, Syahrul M Pasaribu -Aldinz Rapolo Siregar harus membeber deficit anggaran Tapsel itu sementara sudah mencapai Rp 78 milyar sesuai keterangan Plt Sekda Ibrahim. Agar tidak menjadi boomerang terhadap mayarakat Tapsel pada khususnya," pinta Borkat***