Dua Pencuri Laptop Nyaris Dibakar

>>iswadi, medan

Ferdi Simatupang dan Irwan (29) nyaris dibakar massa ketika dua pengangguran kepergok mencuri sebuah laptop dari dalam mobil yang parkir di Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (3/9) siang.

Begitu tertangkap basah, dua pengangguran ini langsung menjadi bulan-bulanan masa. Bahkan nyaris dibakar jika polisi tidak segera tiba di lokasi. Keduanya langsung digelandang ke Polsek Medan Baru.

Informasi dihimpun, kedua pengangguran ini sempat melarikan diri sewaktu terjatuh sepeda motor mereka ditabrak oleh warga yang memergoki aksi mereka. Namun keduanya tetap membantah ketika dibekuuk. Karena emosi, massa kemudian mengeroyok mereka, bahkan ada warga yang meneriakan keduanya dibakar saja.

Untunglah pada saat itu, petugas Patroli dari Polsekta Medan Baru melintas di lokasi dan segera mengamankan keduanya. Dari tangan tersangka diamankan satu unit laptop dan satu unit sepeda motor milik tersangka.

Keterangan diperoleh dari korban Lindayani (33) warga Jalan Suka Raya, waktu kejadian dia baru saja memarkirkan kendaraannya di salah satu toko elektronik di Jalan Gatot Subroto. Saat itu bersama ibunya, Hajjah Hartini (78), dia meninggalkan kedua anaknya Oca (10) dan Oki (6) di dalam mobil.

Belum lama berada di dalam toko, tiba-tiba dikejutkan teriakan Oca yang saat itu terlihat sedang saling tarik laptop dengan salah seorang tersangka. Cepat saja keduanya berlari kembali ke mobil, namun kedua perampok telah berhasil kabur membawa laptop.

Belum jauh kedua tersangka melarikan diri, satu mobil double cabin menabrak dan menghentikan pelarian mereka. Mobil Ford Double Cabin disupiri Sugiono Prata ini menabrak keduanya yang segera terlempar ke trotoar.

Keduanya sempat berupaya kabur ke perkampungan penduduk, namun dikejar warga dan akhirnya dibekuk di salah satu gang buntu dan menjadi bulan-bulanan warga.

Di kesempatan terpisah Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru Iptu Fahrurozi kepada wartawan mengatakan, kedua perampok ini telah lama menjadi incaran mereka. "Mereka ini pemain lama. Sekarang masih diproses dan kini kita tahan," pungkasnya. ***