Walau Kadis Pendidikan Telah Berganti
>> aris, stabat
Walau pimpinan di Dinas pendidikan Langkat telah berganti dari Dra. Azizah, M.Seif yang tersandung kasus korupsi kepada Drs. Sulistianto,M.Si, namun saat ini belum terlihat ada terobosan yang berarti untuk meningkatkan pendidikan khususnya dalam upaya mendukung program wajib belajar 12 tahun.
"Belum ada transparansi penggunaan anggaran di sector pendidikan, salah satu indicatornya adalah hampir seluruh SD dan SMP Negeri di kabupaten langkat belum memasang spanduk sekolah gratis", kata Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, Rabu (17/6) di Stabat.
Menurut Togar Lubis, di daerah lain khususnya di pulau jawa spanduk sekolah gratis telah terpasang didepan setiap SD dan SMP negeri sejak Juni 2008 lalu. Disamping itu sekolah-sekolah tersebut juga memasang spanduk PSB (penerimaan siswa baru) gratis. Kewajiban memasang spanduk sekolah gratis tersebut dituangkan dalam peraturan bupati seperti yang dilakukan oleh Bupati Karawang Dadang S Muchtar.
"Sampai saat ini hampir seluruh SD dan SMP Negeri di Kabupaten Langkat belum memasang spanduk sekolah gratis seperti di daerah lain. Apakah para kepala sekolah yang tidak mau memasangnya atau mungkin disebabkan tidak ada instruksi dari Kadis Pendidikan Langkat. Namun kita sangat yakin jika diinstruksikan maka para kasek akan melaksanakannya", beber Togar Lubis .
Pasca dinaikkannya anggaran dana BOS sejak awal 2009 lalu mencapai 60%, Koordinator K-SEMAR Sumut ini juga mengapresiasikan dinas pendidikan langkat agar menginstruksikan seluruh Kasek SD dan SMP khususnya sekolah negeri mempublikasikan dana BOS yang telah digunakan sekolah di papan pengumuman sekolah masing-masing.
" Ini penting sebagai bentuk transparansi, partisipasi dan akuntabilitas kepada guru, staf sekolah, orang tua siswa serta lembaga lainnya yang berkepentingan dengan dana BOS," kata Togar Lubis menjelaskan.***